Saturday, November 28, 2009

Kerja Bakti di Sekolah

Sabtu, 28 Nopember 2009, Kelompok Pecinta Alam Hastapala SMK N 8 Purworejo melaksanakan kegiatan kerja bakti di sekolah. Kegiatan yang dilaksanakan atas dasar instruksi Kepala Sekolah ini diikuti 26 siswa anggota PA. Hastapala.  Dengan penuh semangat, para siswa didampingi Pak Bambang, membersihkan gedung baru, menata tanaman, dan mengurug lapangan yang saat hujan deras kemarin seperti tambak ikan (mungkin besok kalau ada hujan deras lagi masih seperti itu, karena masih kurang urugan). Pak Kepsek (Drs. Suhirman), yang sejak acara belum dimulai sudah mendahului bersih-bersih, terjun langsung ke lapangan ikut kerja bakti bersama siswa (satu hal yang sangat membanggakan). Namun sayang, kegiatan ini tidak banyak mendapat respon dari guru lain, apalagi waka yang berkaitan dengan lingkungan. Hanya ada dua guru yang memberikan respon positif, yaitu Bu Varia dan Bu Yuni W. Semoga kalau ada kerja bakti lagi semua civitas akademika bisa ikut, berbakti pada lingkungan, sekolah, negara dan bumi ini.

Monday, November 23, 2009

Anggota Hastapala Membantu Pelantikan Pecinta Alam SMK YEPEKA Purworejo

15 orang anggota Pecinta Alam Hastapala SMK N 8 Purworejo, terlibat langsung dalam kegiatan Latihan Dasar dan Pelantikan Anggota Pecinta Alam SMK Yepeka Purworejo. Kegiatan ini dilaksanakan di Dukuh Jeketro Desa Kaligono Kecamatan kaligesing Kabupaten Purworejo (tempat yang sama saat pelantikan anggota Pecinta Alam Hastapala,  17/18 Oktober kemarin, maklum Pembimbingnya sama, yaitu Pak Bambang Priambodo). Kegiatan diawali  dengan Upacara Pembukaan di halaman SMK Yepeka Purworejo. Setelah mendapat pengarahan dari Kepala Sekolah (Bp. Moeradi, S.Pd.), 25 orang siswa SMK Yepeka Purworejo dan 15 orang dari SMK N 8 Purworejo diberangkatkan ke Jeketro dengan menggunakan truk. Sampai di pertigaan Jeketro, para siswa diturunkan kemudian jalan kaki sampai di lokasi perkemahan. Dalam mengampu kegiatan ini, Pak Bambang dibantu Pak Dwi dan Pak Rudy. Kegiatan yang baru pertama kali dilakukan SMK Yepeka ini, sangat mendapat dukungan dari kepala sekolah dan guru-guru lain. Bahkan kepala sekolah (Pak Moeradi), ikut mendampingi siswa sampai tengah malam baru turun... salut deh Pak. Semoga kerjasama yang baik ini dapat lebih ditingkatkan untuk kebaikan kedua sekolah. Maju terus para petualang untuk mengabdi pada lingkungan.  

 

Thursday, November 12, 2009

belajar dari orang yang "gila"


ternyata, kadang-kadang kita perlu belajar dari orang yang oleh orang lain dianggap gila alias tidak waras. adalah seorang nenek-nenek yang oleh masyarakat, apalagi masyarakat sekolah kami, dianggap gila n tidak waras. kurang lebih 3 tahun dia selalu menghantui alias berkeliaran di lingkungan kampus sekolah. berbagai cara dilakukan untuk mengusir dia, mulai cara halus sampai kasar, bahkan sangat kasar sudah dilakukan. termasuk saya, pada awalnya sangat menginginkan dia pergi dari lingkungan sekolah. namun,.... ketika saya mendapat job membuat tempat parkir di sekolah,... otomatis kerja lembur... si nenek yang sering disebut Mbah Pencu (banyak yang tidak tahu nama aslinya.... pada saya dia mengaku bernama Suparsi..) sering nunggoni saya kerja sehingga terjadilah hubungan interaksi. dengan setia dia membuatkan kopi, membelikan es.. dll. plus cerita masa lalunya yang kadang tragis. bahkan ada anak buah saya yang diberi rapalan untuk "melet" (saya sih nggak tahu dan belum tahu khasiatnya). dari situ saya mulai banyak mengerti tentang dia,.. ada sisi kehidupan suram dimasa lalu yang dideritanya. ada filsafat "Narimo dan Pasrah" saya rasakan sangat dalam. dan ketika ada yang mengomentari saya kok bisa dekat dengan orang "gila" itu, sayapun hanya menjawab kalau dia juga manusia dengan kelebihan dan kekurangannya (bukan sok alim lho) dan kita tidak dalam segala hal lebih baik dari dia. Mbah Pencu,... maafkan saya selama ini sangat merendahkan dan kurang nguwongke... juga teman-teman dan murid-murid saya saya, yang banyak tidak tahu tentang Mbah Pencu.

Wednesday, November 11, 2009

keprihatinan saya

sebenarnya saya sangat-sangat prihatin dengan kesadaran lingkungan dari masyarakat yang sangat kurang. main buang sampah sembarangan di sungai, di jalan, dihalaman sekolah, dll. lebih prihatin lagi,.... kalo ada guru atau orang yang harusnya jadi panutan.... ternyata gak sadar juga. dikantor.... puntung rokok.... kertas.... dll sering berserakan. di halaman sekolah.... kertas dan plastik bungkus makanan kecil dan permen berserakan dimana-mana. kapan ya lingkunganku bisa bebas sampah????????????????????